Pengikut

Apa yang harus aku lakukan?

Semoga saja kan kau dapati hati yang tulus mencintaimu. Tapi, bukan akuu..
Berakhirlah sudah semua kisah ini dan jangan kau tangisi lagi.. - Kerispatih - Tapi Bukan Aku

Beberapa malam terakhir ini semenjak aku mengatakan kata 'break'  untuk sementara waktu, lagu ini terus menemani telingaku dan membuat hati ini semakin bimbang akan keputusanku nanti.
Entahlah, sampai saat ini aku belum bisa menemukan solusi untuk kita sekarang. Bahkan, aku nyaris menyerah dengan semua ini. Dengan kamu, dan kita..
Aku terlalu lelah.. Aku merasa batinku tertekan, entah oleh apa..

"Ketika perbedaan menjadi jalan untuk saling melengkapi"
"Ketika perdebatan menjadi jembatan untuk saling mengerti"
Kemarin, kata-kata ini selalu menjadi kekuatanku untuk bertahan denganmu. Tapi, akhir-akhir ini aku merasa perbedaan kita terlalu bertolak belakang, bukan hanya pada satu hal, tapi, banyak hal.
Aku belum bisa menemukan lagi kekuatanku yang dulu selalu bisa membuatku selalu bisa bertahan denganmu, aku rasa kekuatan itu hilang ketika aku merasa terlalu banyak perbedaan antara kita yang belum aku temukan solusinya. Kemana kekuatan itu?  Masihkah ada didalam diriku? Jika masih, aku ingin kekuatan itu muncul lagi dan kembali membuatku kuat bertahan denganmu.
Sebenarnya aku sangat merindukanmu saat ini, hanya saja aku terlalu sungkan untuk memberitahukan itu kepadamu hanya karna keputusan break yang aku buat beberapa hari lalu. Dan maafkan aku tidak membalas pesan singkatmu tadi pagi, aku hanya bingung dan aku hanya ingin memiliki ruang untuk banyak berfikir. Maafkan aku yang egois ini.




Hati kecil ini berkata supaya tetap bertahan denganmu dan menepati janji yang sebelumnya aku ikrarkan padamu dan menjalani hari-hari yang indah meski tidak selalu disisimu, meski hanya menemanimu melalui alat komunikasi. Tapi, disisi lain aku sudah tidak sanggup dengan semuanya, aku terlalu lelah, aku hampir menyerah. Bantu aku.. Aku mohon.. Aku harus bagaimana? Keputusan apa yang harus aku ambil? Haruskah aku meninggalkanmu dan membuatmu kecewa untuk yang kesekian kalinya? Atau tetap bertahan denganmu sedangkan hati ini sudah nyaris tidak sanggup, sudah nyaris putus asa? Aku butuh kekuatanku yang dulu, kemana perginya? Kemana rasa nyamanku saat berbicara melalui telpon seluler denganmu? Kemana rasa sumringahku ketika mendapat pesan singkat yang berisikan kata-kata romantis darimu?
Aku bimbang, aku tidak tau aku harus bagaimana lagi :(